Hallo,This Is Me!

M.Dyon

I am a student graduating from SMK 2 PARIAMAN 2019 multimedia expertise generation 9

About me

Hey

I'mM.Dyon

introduce my self

Assalamu Alaikum wr.wb,

Selamat datang di Blog saya, Perkenalkan Nama saya M.Dyon, teman-teman bisa memanggil saya dengan dyon saja. Saya berasal dari padang, Sumatera Barat. Saya sekarang tinggal di Simpang Tiga Sungai Batuang, Dusun Taji-Taji, Desa Tunggal Utara, Kec. Pariaman utara, kota Pariaman, provinsi Sumatera Barat. Saya lahir pada tgl 01 Agustus 2001 di Padang, Sumatera Barat. Saya mempunyai dua saudara perempuan dan satu saudara laki-laki. Dan saya adalah anak pertama dari empat bersaudara. Oke, saya rasa itu saja tentang perkenalan diri saya dan untuk lebih lengkapnya tentang saya silahkan teman kunjungi My Study dan My Cv di bawah ini.

Wassalamu alaikum,WR.WB.

18

Age

12

Multimedia SMKN 2 PARIAMAN (alumni_2019)

15

Complete Project

406

followers IG

What Can I Do For You

CORELDRAW

Membuat design seperti design logo, layout majalah, desain spanduk dan design lainnya.

PREMIERE PRO

Editing video sederhana, seperti memadukan audio dengan video, penambahan efek pada video sederhana dan yang lainnya.

PHOTOGRAFER

Membantu pengambilan gambar bergerak dengan menggunakan sudut padang pengambilan gambar dan bidang pandang pengambilan gambar yang benar.

PERAKITAN KOMPUTER

Merangkai semua komponen komponen computer untuk menjadi sebuah PC yang siap digunakan.

INSTAL WINDOWS

Instalasi windows pc/laptop kalian dan instalasi beberapa aplikasi yang kalian butuhkan dan lainnya.

PHOTOSHOP

Seperti ganti background foto, editing pas foto (2x3, 3x4, 4x6), membuat frame foto dan lainnya.

Portfolio

INTEGRITAS DATA - PENGERTIAN ,TUJUAN DAN JENIS-JENIS



1. Konsep dasar Integritas data

a) Pengertian
Data Integration atau integrasi data merupakan proses menggabungkan atau menyatukan dua atau lebih sebuah data dari berbagai sumber database yang berbeda ke dalam sebuah penyimpanan seperti gudang data (data warehouse).
Adapun alasan diperlukannya integrasi data karena beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan :
· Mempermudah dalam proses menganalisa untuk pengambilan keputusan
· Sharing data antar lingkungan kerja
· Terhindar dari adanya duplikat data
Data integration perlu dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kesalahan. Kesalahan yang sering terjadi pada integrasi data bisa menghasilkan sebuah ouput  yang menyimpang dan bahkan menyulitkan pengguna pada saat pengambilan keputusan. Syarat integrasi data dapat terlaksana dengan berbagai cara seperti membuat konsisten dalam penamaan variabel, ukuran variabel, struktur pengkodean dan dalam atribut fisik dari data.Sebagai contoh apabila sebuah tabel Mahasiswa, pada field / kolom nim mempunyai isi data “01031043”, maka database tidak memperbolehkan record pada tabel Mahasiswa lain mempunyai nim yang sama.

b) Tujuan integritas data
Ada beberapa cara dan tujuan dalam menjaga integritas data, diantaranya :
i.  Memasukkan aturan bisnis di dalam database
ii.  Menjaga agar data yang tidak valid tidak masuk ke database
iii.  Menjaga konsistensi data pada relasi keterkaitan antar tabel

c) Jenis - jenis integritas data
Integritas Data dapat Di kelompokan menjadi 2 bagian :
- Integritas data yang berada dalam relasi, yaitu integritas entitas dan integritas domain.
- Integritas yang berada di luar relasi, yaitu integritas referensial
Selain itu ada juga integritas yang ditentukan sendiri di dalam suatu perusahaan, yaitu integritas perusahaan (Enterprise integrity/ user Defined Integrity).

Secara garis besar integritas data dalam model relasional meliputi :

a.       INTEGRITAS ENTITAS
Integritas entitas mendifinisikan sebuah baris sebagai sebuah entitas yang unik untuk suatu tabel. Dalam integritas entitas, tidak ada baris yang di duplikat didalam suatu tabel.

Contoh :
create table Pembelian
(ID Pembelian smallint,
ID model smallint,
DeskripsiModel varchar (40),
Primary Key (IDPembelian));

b.      INEGRITAS DOMAIN
Domain adalah nilai-nilai yang dimungkinkan diasosiasikan dengan setiap atribut, Integritas domain merupakan validasi masukan dari sebuah kolom. Dengan integritas domain, tidak ada data yang melanggar jangkauan nilai di tiap kolom data.

Jenis domain yang harus dimiliki oleh setiap atribut :
1. Karakter bebas
2. Alphanumerik
3. Alphabet
4. Numerik
Pemeliharaan integritas domain :
1. Pendifinisian skema
2. Pemanfaatan properti field
3. Penerapan proses validasi pada pemasukan data

Contoh :
Create table biografi
(idpenulis smallint unsigned not null,
tahunLahir year not null,
kotalahir varchar (40) not null default
‘Kosong’);
create domain nilai numerik(3,2)
constraint value-test check (value >=0.00)

c.       INTEGRITAS REFERENSIAL
Integritas referensial adalah dasar relasi antar tabel yaitu antara foregin key dengan promary key. Integritas referensial memastikan bahwa seluruh nilai dari foregin key cocok dengan nilai primary key yang dihubungkanya.

Contoh :
create table account
(account-number char (10),
branch-name char (15),
balance integer,
primary key (account-number),
foreign key (branch-name) reference branch)
create table depositor
(costumer-name char (20),
account-number char (10),
primary key (costumer-name, account-number)
foreign key (account-number) reference account
foreign key (costumer-name) reference costumer)
on delete cascade on update cascade

d.      INTEGRITAS ENTERPRISE
Integritas enterprise mengizinkan kita untuk menentukan spesifik business rules sendiri yang tidak sama pada kategori integritas yang lainnya.
Berikut ini adalah jenis-jenis integritas data yang disertai dengan
contoh kasusnya:
1.      Create Domain,  yaitu membuat tipe data baru. Fungsi ini biasa digunakan untuk menangani data yang membutuhkan aturan bisnis sendiri,
·         Contohnya : membuat tipe data “gender” untuk yang isinya hanya boleh berisi pria atau wanita ->
·         Maka sintaksnya dalam SQL adalah :
create domain gender char(2) constraint gender_domain check ( value in(‘pria’,’wanita’));
2.      Not NULL, yaitu menjaga agar suatu data tidak kosong dengan kata lain harus ada value-nya.
·         Contohnya nama matakuliah pada tabel mata kuliah tidak boleh kosong.
·         Maka sintaksnya dalam pl / sql :
nama_matkul varchar2(15),
constraint nn_ matkul not null (nama_matkul)
3.      Unique, yaitu membuat agar suatu data tidak memiliki nilai yang sama dengan record lainnya dalam tabel yang sama.
·         Contohnya email pada tabel akun_facebook hanya boleh satu email untuk satu akun.
·         Sintaksnya :
email varchar2(15),
constraint u_mail unique (email)
4.      Primary key, merupakan gabungan antara not null dan unique.
·         Misalnya NIM pada tabel mahasiswa.
nim char(7) not null,
constraint pk_ nim primary key (nim)
5.      Check, memeriksa data dengan aturan bisnisinya sendiri tanpa membuat tipe data baru.
·         Contohnya sebelum memasukkan nilai ujian pada tabel nilai, data diperiksa terlebih dahulu. Data tidak boleh masuk jika bernilai negatif.
nilai number,
constraint chk_nilai check (nilai > 0)
6.      Referential Integrity, adalah integritas pada relasi antar tabel. Contohnya jika kolom NIM mahasiswa pada tabel nilai mengacu ke kolom NIM pada tabel mahasiswa, dan terjadi perubahan (delete atau update) pada NIM di tabel mahasiswa, maka ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan terhadap NIM yang di tabel nilai, diantaranya adalah :
·         Delete cascade, hapus record pada kedua tabel yang bersangkutan
·         Delete set null, hapus record di tabel asal dan value record pada tabel yang mengacu di jadikan NULL
·         Update cascade, perbarui isi record pada kedua table
nim char(7),
constraint fk_nim foreign key (nim) references mahasiswa (nim) on delete cascade / on delete set   null /  on update cascade
Berbagai penggabungan data pada integritas data
Penggabungan data dapat dilakukan dengan cara lain, seperti berikut :
· Integrasi Aplikasi (application Integration) Penggabungan data terjadi dengan mengkoordinasikan aliran kejadian informasi antara aplikasi bisnis Aplikasi yang melayani harus memiliki fasilitas untuk berintegrasi dengan aplikasi lainnya.
· Integrasi Proses Bisnis (Business Process Integration) Proses bisnis dapat tercapai jika adanya koordinasi pada setiap aktivitas pada sistem, dan intergrasi ini pun tidak terlepas dengan adanya integrasi aplikasi
· Integrasi Interaksi Pengguna (User Interaction Integration) Pembuatan antar muka pengguna yang memberikan integrasi antar sistem data yang berbeda. Semisal adanya portal yang menjadi pintu untuk interaksi pengguna dengan beberapa data penting pada perusahaan.
2. Macam-macam teknik pengujian ralat Integritas Data
Metoda Pengujian Ralat Parity Checking
a) Vertical Redundancy Check
Andaikan pengirim ingin menghantar perkataan “world”, dlm ASCII, lima aksara dikodekan sebagai: Setiap 4 aksara pertama mempunyai bilangan bit 1 yg genap, oleh itu bit pariti adalah 0. Aksara terakhir ‘d’, mempunyai 3 bit 1 (ganjil), oleh itu parity bit adalah 1 untuk menjadikan bit 1 sebagai pariti genap.
Andaikan perkataan “world” diterima oleh penerima tanpa ada ralat pada saat transmisi. Penerima mengira bit 1 dalam setiap aksara dan memperolehi nomor genap (6,6,4,4,4). Data tersebut dapat diterima.
Andaikan perkataan “world” yg diterima oleh penerima mempunyai ralat selama transmisi. Penerima mengira bit 1 dalam setiap aksara dan mendapati terdapat bilangan genap dan ganjil (7,6,5,4,4). Penerima tahu bhw data tersebut telah diubah, dan membuangnya serta memohon transmisi di ulangi. DEL
b) Longitudanal Redundancy Check
Andaikan blok di bawah dihantar:
Selama transmisi, gangguan terjadi yg mengakibatkan beberapa bit berubah (‘burst error’) Apabila penerima memeriksa LRC, setengah bit tidak mengikuti peraturan pariti genap, maka keseluruhan blok tidak diterima. T e a r LRC Q = a r LRC Q = a r LRC
c) Cyclical Redundancy Check
Teknik pemeriksaan ralat yg terbaik menggunakan konsep pengulangan Metoda penandaan ralat yang hampir tepat berdasarkan bentuk bit sebagai polinomial. Yaitu berdasarkan sebahagian (dibagi 2 bagian) Urutan bit pengulangan yg dinamakan sbg CRC atau wadah CRC, diletakkan bersamaan pada akhir unit data supaya hasilnya dapat dibagi dgn suatu nomor separoh kedua (yg ditentukan)
Proses CRC Urutan n bit 0 ditambah pd ujung unit data. n adalah suatu nomor yg kurang 1 dr bilangan bit yg terdapat dalam pembagi (bil bit pembagi = n+1) Unit data yg terhasil (dr langkah 1.) dibagi dengan pembagi menggunakan proses pembahagian separoh unit. Wadah drp pembagian ini merupakan CRC CRC (Wadah) bagi n bit yg terdapat dalam langkah 2. akan menggantikan bit-bit 0 yang ditambah pd ujung unit data (CRC mungkin juga suatu rangkaian bit 0 cth : 0000)
Unit data tiba pada penerima, diikuti oleh CRC. Penerima mengambil keseluruhan rangkaian bit yg diterima (unit data + CRC) dan membaginya dgn pembahagi yg sama utk mendapatkan wadah CRC Jika urutan sampai tanpa ralat, metoda CRC akan mendapat tiada wadah (wadah=0) dan unit data diterima Jika urutan berubah selama transmisi, pembagian menghasilkan wadah dan unit data tidak diterima
d) Checksums
Juga berasaskan konsep pengulangan yaitu dibentuk dengan menambah bit stream menggunakan arithmetik komplimen 1 (one’s complement arithmetic) dan kemudian mengkomplimen hasilnya Pada pengirim, pengeluar checksum membagik data unit kedalam segmen yg sama utk beberapa n bit Segmen ini ditambah bersama2 menggunakan one’s complement arithmetic supaya jumlah panjangnya juga n bit Jumlah itu kemudian dikomplimen dan ditambah pada ujung data unit asal sbg bit pengulang, yang dikenal sebagai medan jumlah pengecekan (checksum field)
Jika jumlah segmen data adalah T, maka checksum adalah –T. Penerima membagikan data unit, dan menambah semua segmen bersama2 dan komplimen hasilnya. Jika data unit tidak mengandungi ralat, jumlah nilai dgn menambah data segmen dan medan checksum hendaklah 0. Jika hasilnya bukan 0, paket tersebut mengandung ralat dan penerima menolak data tsb.
Contoh Checksum
 Andaikan blok yg mengandung 16 bit berikut dihantar menggunakan checksum 8 bit: Nombor ditambah menggunakan 1’s complement arithmetic Corak yg dihantar adalah: SUM CHECKSUM checksum
e) Kode Hamming
Metoda ini bukan hanya sekadar mengetahui ralat, tetapi dapat juga membetulkan ralat dengan ketepatan 100% Kode Hamming utk aksara ASCII 7-bit memerlukan 4 bit pariti, menjadikannya 11 bit Bit pariti berada pada posisi 1,2,4,8 (2X), dan bit data berada pada posisi 3,5,6,7,9,10,11 Dapat juga menggunakan pariti genap dan ganjil
Contoh Hamming Code 
Andaikan aksara ‘A’ dihantar menggunakan hamming code: Posisi 1,2,4,8 digunakan utk bit pariti, manakala posisi 3,5,6,7,9,10,11 digunakan utk bit data 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 ? P1 P2 B1 P4 B2 B3 B4 P8 B5 B6 B7

f) Echo Checking 
Penerima mengulang semua data unit yg diterima daripada pengirim Jika aksara “ABC” ditransmit menggunakan penyemakan echo, penerima akan menghantar kembali “ABC” kepada pengirim Pengirim boleh mengenalpasti sama ada data unit yg dihantar mengandungi ralat atau tidak Jika mengandungi ralat, pengirim boleh mentransmit semula data unit tersebut
g) Parity bulatan (cyclical)
menggunakan 2 bit pengemas ralat. Melalui pariti bulatan, maka meningkatkan kecekapan mengecek ralat. Dapat juga mempunyai pengecekan pariti bulatan genap dan ganjil. Setiap bit pariti mengecek bit-bit tertentu dalam sesuatu bait. Contohnya, bit pariti pertama mengemas bit pada lokasi 1,3,5,7 dan bit pariti kedua mengemas pada lokasi 2,4,6.
Contoh Pariti Bulatan (genap)
Andaikan, kita menggunakan pariti bulatan genap, dan rentetan data unit yang hendak dihantar adalah: Maka bit pariti pertama akan memasukkan nilai 0 (kerana jumlah bit adalah genap), dan bit pariti kedua akan memasukkan nilai 1 (kerana jumlah bit adalah ganjil). Data unit P1 P2 1

SEMOGA BERMANFAAT :)

MATERI COMPRESING (KOMINUKASI DATA) - KONSEP DASAR , PENEMPATAN DAN PROSES PENERAPANNYA

COMPRESING (PART 1)

1. Konsep dasar compresing (penempatan)

Kompresi ialah proses pengubahan Sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode untuk menghemat kebutuhan tempat penyimpanan dan waktu untuk transmisi data. Saat ini terdapat berbagai tipe algoritma kompresi, antara lain: Huffman, LIFO, LZHUF,LZ77 dan variannya (LZ78, LZW, GZIP),  Dynamic Markov Compression (DMC),  Block-Sorting Lossless, Run-Length, Shannon-Fano, Arithmetic, PPM (Prediction by Partial Matching), Burrows-Wheeler Block Sorting, dan Half Byte.

•   Kompresi berarti memampatkan /mengecilkan ukuran
• Kompresi data adalah proses mengkodekan informasi menggunakan bit atau information-bearing unit yang  lain yang lebih rendah daripada representasi data yang tidak terkodekan dengan suatu sistem enkoding tertentu

2. Penempatan dengan kode hufman

Metode Huffman merupakan salah satu teknik kompresi dengan cara melakukan pengkodean dalam bentuk bit untuk mewakili data karakter, kara kerja atau algoritma metodeini adalah sebagai berikut !

a. Menghitung banyaknya jenis karakter dan jumlah dari masing-masing karakter yangterdapat dalam sebuah file. 
b. Menyusun setiap jenis karakter dengan urutan jenis karakter yang jumlahnya paling sedikitke yang jumlahnya paling banyak.
c. Membuat pohon biner berdasarkan urutan karakter dari yang jumlahnya terkecil ke yangterbesar, dan memberi kode untuk tiap karakter.
d. Mengganti data yang ada dengan kode bit berdasarkan pohon biner.
e. Menyimpan jumlah bit untuk kode bit yang terbesar, jenis karakter yang diurutkandari frekuensi keluarnya terbesar ke terkecil beserta data yang sudah berubahmenjadi kode bit sebagai data hasil kompresi.

Contoh teknik kompresi dengan menggunakan metode Huffman pada file teks.Misalkan sebuah file teks yang isinya ”AAAABBBCCCCCD”. File ini memiliki ukuran 13 byte atau satu karakter sama dengan 1 byte. Berdasarkan pada cara kerja di atas,
dapat dilakukan kompresi sebagai berikut :

A . Mencatat karakter yang ada dan jumlah tiap karakter A=4, B=3, c=12, D=1
b. Mengurutkan karakter dari yang jumlahnya paling sedikit ke yang paling banyak yaitu: D,B,A,C.
c. Membuat pohon biner berdasarkan urutan karakter yang memiliki frekuensiterkecil hingga yang paling besar.

COMPRESSING (PART 2)

1. Penempatan dengan kode run – length

Kompresi dan dekompresi data menggunakan run-length encoding (RLE) ini merupakan suatu bentuk teknik yang digunakan untuk mengkompresi data yang berisi karakter-karakter berulang.

 Run-length encoding (RLE) adalah bentuk yang sangat sederhana dari kompresi data di mana data berjalan (yaitu, urutan di mana nilai data yang sama terjadi pada banyak elemen data yang berturut-turut) disimpan sebagai nilai data tunggal dan dihitung panjangnya. Hal ini berguna pada data yang berisi banyak data berjalan, misalnya: gambar grafis sederhana seperti ikon, gambar garis, dan animasi. Hal ini tidak berguna dengan file yang tidak memiliki banyak data berjalan karena sangat dapat meningkatkan ukuran file.

Proses Penerapan
kompresi data teks dilakukan jika terdapat beberapa huruf yang sama ditampilkan secara berturut-turut. Terdapat dua tipe RLE yaitu RLE tipe 1 dan RLE tipe 2.

Contoh : 
Data:  ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 karakter 
Dengan RLE tipe 1 (min. 4 huruf sama) ditulis; ABC8!DEFG!4 = 11 karakter 
Dalam RLE tipe 1 ini terdapat suatu karakter yang tidak digunakan dalam teks seperti tanda ‘!’ yang digunakan untuk menandai. Teknik kompresi RLE tipe 1 ini memiliki kelemahan yaitu jika terdapat karakter angka, mana tanda mulai dan tanda akhir? Maka dalam RLE tipe 2 digunakanlah flag bilangan negatif untuk menandai batas sebanyak jumlah karakter tersebut. 

Contoh: 
Data: ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 Karakter 
Dengan RLE tipe 2: -2AB8CDEF4G = 12 Karakter 
Contoh: 
Data; AB12CCCCDEEEF = 13 Karakter 
Dengan RLE tipe 2; -4AB124CD3EF = 12 Karakter 
Teknik kompresi dengan RLE ini berguna untuk data yang banyak memiliki kesamaan dan data tersebut berdekatan, misal teks ataupun grafik seperti icon atau gambar garis-garis yang banyak memilki kesamaan pola.

Misalkan, ada seseorang yang berteriak :
“AAAAAKUUUUUSAHAAAAABBBBBATKAAAAMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU !!!!!!”
Pesan tersebut akan sangat cocok jika dikompresi menggunakan metode kompresi RLE karena kompresi RLE menghitung jumlah kemunculan simbol lalu menuliskan simbol tersebut sebanyak satu kali diikuti dengan jumlah kemunculannya. Data diatas berukuran 66 byte, dan kita akan melakukan kompresi RLE terhadap data tersebut :

- Ubah data dalam bentuk sekuensial
Data teks diatas sudah dalam bentuk sekuensial :
AAAAAKUUUUU SAHAAAAABBBBBAT KAAAAMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!
-          Hitung jumlah kemunculan karakter
(A,6) (K,1) (U,5) (spasi,1) (S,1) (A,1) (H,1) (A,5) (B,5) (A,1) (T,1) (spasi,1) (K,1) (A,5) (M,1) (U,24)(!,6)
-          Tulis hasil kompresi
A6K1U5 1C1H1A1Y5A5N1K1 1K1A5M1U24!6

Setelah proses kompresi, maka data yang dihasilkan akan berukuran 35 byte. Dengan proses kompresi tersebut, kita telah menghemat tempat penyimpanan sebesar 31 byte (47%) .
Algoritma metode kompresi RLE hanya efisien dengan data file yang berisi kelompok data (byte / karakter) yang berulang dan dapat digunakan pada file teks. File teks berisi banyak kelompok data yang berupa spasi atau tabulator, tetapi juga dapat diterapkan untuk citra (gambar) yang berisi area hitam atau putih yang besar.

2. Penempatan dengan kode Half-byte

PENGERTIAN

memanfaatkan empat bit sebelah kiri yang sering sama secara berurutan terutama pada file file teks. Misalnya pada suatu file teks berisi tulisan “mengambil”, dalam heksadesimal dan biner karakter karakter tersebut diterjemahkan

PROSES :
Karakter karakter tersebut memiliki empat bit sebelah kiri yang sama yaitu 0110.  Kondisi seperti  inilah yang dimanfaatkan oleh Algoritma Half Byte Saat karakter yang empat bit pertamanya sama diterima
secara berderet tujuh kali atau lebih, algoritma ini memampatkan data tersebut dengan bit penanda kemudian karakter pertama dari deretan empat  bit yang sama diikuti dengan pasangan empat bit terakhir deretan berikutnya dan ditutup dengan bit penutup. 

MATERI : MULTIPLEXING (KOMUNIKASI DATA) - KONSEP, TUJUAN DAN TEKNIK


1. Konsep dasar MULTIPLEXING

Multiplexing adalah Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, gabungan sinyal - sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing – masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing. Receiver atau perangkat yang melakukan Demultiplexing disebut dengan Demultiplexer atau disebut juga dengan istilah Demux.



1.  Tujuan Muliplexing


Meningkatkan effisiensi penggunaan bandwidth / kapasitas saluran transmisi dengan cara berbagi akses bersama.


2. Teknik Multiplexing




1. Frequency Division Multiplexing (FDM)
FDM adalah teknik menggabungkan banyak saluran input menjadi sebuah saluran output berdasarkan frekuensi. Jadi total bandwith dari keseluruhan saluran dibagi menjadi sub-sub saluran oleh frekuensi. Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi.

Contoh dari penggunaan FDM ada pada jaringan telepon analog dan jaringan satelit analog. Selain itu ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (Asymetric Digital Subcriber Loop ).

Kelebihan:
FDM tidak sensitif terhadap perambatan /perkembangan keterlambatan. Tehnik persamaan saluran (channel equalization) yang diperlukan untuk sistem FDM tidak sekompleks seperti yang digunakan pada sistem TDM.
  
Kekurangan:
Adanya kebutuhan untuk memfilter bandpass, yang harganya relatif mahal dan rumit untuk dibangun (penggunaan filter tersebut biasanya digunakan dalam transmitter dan receiver).
Penguat tenaga (power amplifier) di transmitter yang digunakan memiliki karakteristik nonlinear (penguat linear lebih komplek untuk dibuat), dan amplifikasi nonlinear mengarah kepada pembuatan komponen spektral out-of-band yang dapat mengganggu saluran FDM yang lain.

2.Time Division Multiplexing (TDM)

TDM yaitu Terminal/channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). TDM menerapkan prinsip penggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user). Artinya bandwidth yang ada dipisahkan menjadi channel-channel kecil (baseband) berdasarkan waktunya.
Salah satu permasalahan utama dari TDM ini adalah bandwidth yang dialokasikan ke sejumlah koneksi hanya dialokasikan ke koneksi tersebut, baik yang sedang digunakan maupun tidak. Jadi kita tetap membayar untuk kapasitas yang tidak digunakan, hal ini mengakibatkan TDM cukup mahal.

TDM dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Synchronous Time Division Multiplexing (STDM)

Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM.

2. Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM)

Pada ATDM, memanfaatkan fakta bahwa tidak semua terminal mengirim data setiap saat. Fungsi utama dari ATDM adalah untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya channel yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna). Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan. identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.

Keuntungan system TDM :

1. System TDM tidak memerlukan filter-filter yang mahal,dan jumlah filter yang digunakan lebih sedikit. Karena itu harga peralatan terminal system ini lebih murah.
2. Kabel yang mempunyai spesifikasi rendah, misalnya kabel yang digunakan untuk frekuensi pembicara (VF) masih dapat digunakan untuk sistem TDM, karena regeneratife repeating dapat menghilangkan pengaruh buruk dari noise, kecacatan dan crasstalk.
3. Perubahan level (level fluctuation) kanal hanya dipengaruhi oleh karakteristik peralatan terminal itu sendiri dan tidak tergantung sama sekali dari perubahan saluran. Oleh karena itu net-loss circuit yang diberikan oleh sistem ini rendah

Kekurangan system TDM :

1. Pemborosan bandwidth
2. User telah memiliki slot waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Multipath distortion.

3.Wavelength Division Multiplexing (WDM).

Teknik multiplexing ini digunakan pada transmisi data melalui serat optik (optical fiber) dimana sinyal yang ditransmisikan berupa sinar. Pada WDM prinsip yang diterapkan mirip seperti pada FDM, hanya dengan cara pembedaan panjang gelombang (wavelength) sinar. Sejumlah berkas sinar dengan panjang gelombang berbeda ditransmisikan secara simultan melalui serat optik yang sama (dari jenis Multi mode optical fiber).
Dalam teknologi komunikasi fiber optik, WDM adalah teknologi yang me- multiplex banyak sinyal pembawa optik di satu saluran fiber optik dengan menggunakan panjang gelombang (warna) dari cahaya laser untuk membawa sinyal yang berbeda, sedangkan di FDM digunakan di pembawa radio. Penggunaan teknologi WDM menawarkan kemudahan dalam hal peningkatan Contoh dari penerapan WDM ini adalah pada penggunaan kabel laut serat optic.
Wdm ini terbagi 2 :

Multiplexer Penskalaran

Multiplexer pensaklaran memungkinkan sebuah terminal untuk mengakses lebih dari satu komputer. Multiplexer pensaklaran mengirimkan datanya sebagai karakter-karakter yang terpisah dan tidak ada alamat yang ditambahkan, sehingga, biasanya, digunakan kanal pengisyaratan terpisah untuk menganalisasi sambungan.

Multiplexer Statistik

Sistem TDM konvensional mengalokasikan slot-slot waktu pada sirkit pembawa berkecepatan tinggi ke setiap kanal masukkan. Penggunaan jalur tidak efisien jika satu atau lebih kanal hanya dibebani secara tidak kontinu. Persoalan ini dapat diatasi dengan penggunaan multiplexer statistik (STDM). Operasi STDM di dasarkan pada prinsip bahwa pada sembarangan slot waktu akan ada beberapa terminal yang tidak mengirimkan datanya.

Keuntungan WDM adalah :

1. Kapasitas pengiriman data yang lebih besar
2. Transmisi data melalui serat optik dapat berjalan dengan kecepatan 2,5 sampai 10 Gbits / sec lebih cepat dari media transmisi lainnya.

Kerugian WDM adalah :

1. Membutuhkan biaya yang mahal untuk pemasangan dan perawatannya.

4.Code Division Multiplexing (CDM)

Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi)

Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut:

1. Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yang Disebutchip spreading code.
2. Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut.
3. Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut.
4. Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut.
5. Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan. selanjutnya jika Jumlah hasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’,
Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahan – kelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.

5.Optical code Division Multiplexing (ODM).

Prinsip yang digunakan pada ODM serupa dengan CDM, hanya dalam hal ini yang dikode adalah berupa sinyal analog (sinar) dengan pola tertentu. Sejumlah berkas sinar dengan pola sinyal berbeda ditransmisikan melalui serat optik dengan menggunakan prinsip TDM (berupa temporal - spectral signal structure). Di sisi penerima setiap berkas sinar tersebut akan diinterpretasi untuk setiap pasangan pengguna untuk memperoleh kembali data yang dikode tersebut dengan cara mengenali terlebih dahulu pola sinyal yang digunakan.

Motivation

Saya tidak peduli dengan ijazah, yang saya inginkan adalah pengetahuan.

by :

Mhd_Dyon

Orang tua saya bekerja terlalu keras untuk saya, bukan supaya saya tidak hanya menjadi orang biasa tetapi menjadi orang yang luar biasa.

by :

Mhd_Dyon

Berani mengambil keputusan maka anda telah melangkah 10 kali lebih cepat untuk sukses.

by :

Mhd_Dyon

M.Dyon

dyonwee123@gmail.com

081368786363

Desa Tunggal Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

SEND ME A MESSAGE

Featured

Search This Blog